distort simplification

yes, this is just another WordPress.com weblog

3 bencana naik gunung (true story)

Gue bukan seorang yang begitu fanatik sama yang namanya naik gunung. Tapi ada daya, sejak masuk jurusan Teknik Geofisika dari jaman-jamannya jadi becater (belum calon TERRA) sampe udah jadi TERRA, lingkungan dipenuhi dengan orang-orang yang suka beginian, jadilah terpengaruh juga.

Untuk kesekian kalinya gue mendapat lagi kesempatan bercengkrama dengan alam, apalagi kalau bukan kuliah lapangan Karangsambung. Wuah selama sekitar 13 hari kita dibawa ke sebuah daerah yang sangat spesial dalam segi geologi, dimana Karangsambung ini dahulunya ialah daerah tektonik aktif. Siapa coba geoscientist yang ga tertarik dengan ini. Ditambah dengan kompleks melange-nya yang bener-bener bikin pusing. Nahh jadi kepikiran nih buat nulis tentang 13 hari ini, tapi ga disini yah.

Gara-gara baru kejadian kemaren lusa, sekarang gue bakal bercerita tentang bencana naik gunung yang pernah gue alamin.

Ga banyak sih sebenernya, hanya 3 bencana dalam 3 kali pendakian sampai puncak. Hahaha. Persentase bencana 100%. Tiap kali gue naik sampe puncak, pasti ada aja kecelakaan. Jadi agak khawatir juga, mending hura-hura aja ga usah sampe puncak kalo begini terus. Ga deng bercanda, no pain no gain lah ya.

Nah disini akan gue bagi menjadi 3 judul bencana dari trilogi ’3 bencana naik gunung’:

1. Jatuhnya seorang jamaah sholat subuh ke jurang.

2. Jempol tewas dibacok golok.

3. 9 Survivors of Paras

Gue pisahin gara-gara kepanjangan juga kalo satu post sih. Silahkan cek tkp.. :)

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.