distort simplification

yes, this is just another WordPress.com weblog

Manglayang ep 3: pertamax

Ini adalah sebuah tulisan yang tertunda, yaaa alasan klise sih: banyak kerjaan. Jadi, konon tulisan ini adalah lanjutan dari 2 post lama sebelumnya, berikut linknya:

http://mfadhillahakbar.wordpress.com/2009/11/06/manglayang-ep-1-latar-belakang/

http://mfadhillahakbar.wordpress.com/2009/11/13/manglayang-ep-2-first-step-toward-the-top/

Baiklah, mari kita tuntaskan di post ini, siap?

Lagkah pertama kami dimulai. Langkah yang mengawali semuanya. Langkah yang akan membawa kami ke puncak. Kami berjalan di jalan yang cukup lebar tapi jelek. Dikanan kami hamparan bukit, dikiri kami hutan. Kami berjalan dengan tengil.

Apapula maksudnya 9 orang berjalan berjajar nutupin jalan? Macam boy band lagi diterpa angin trus di slow motion-in.

Abis itu kita nanya-nanya ke penduduk setempat mengenai jalur pendakiannya.Waktu telah menunjukkan sekitar pukul 20.30. Setelah bertanya-tanya, kami lanjut jalan. Setelah sempat salah jalan, akhirnya kami berhasil menemukan jalur pendakiannya. Dan jujur, belum mulai jalur pendakian kami udah mulai capek karena memang jalan yang kita tempuh lumayan panjang dan mendaki, walau masih aspal. Tapi dari sini, kita bakal meninggalkan peradaban sejenak, menuju puncaknya.

Pendakian dimulai..

Bagi sebagian besar kami, ini adalah pengalaman pertama, termasuk gue. Dan gue kasih tau, naik gunung itu ga segampang yang gue kira. Harus punya stamina sama kekuatan. Pegeeel banget, apa lagi bahu, mana gue bawa gitar lagi, jadi beban ada didepan sama belakang. Wajar aja kami sempet berhenti 2 kali di tengah-tengah untuk istirahat melemaskan otot-otot.

Saat istirahat, kami langsung berbaring dan WOW, langitnya berbintang dan bulannya sempurna. Sumpah itu indah banget. Truus pas ngeliat kebawah, WOW lagi, penuh dengan lampu-lampu kota Jatinangor dan Bandung. Anjiirr.. capek langsung ilang dah. Ow sabar, sabar, ini belum puncak.

Perjalanan dilanjutkan dengan berkali-kali pertanyaan yang sama:

“ko/nif, masih lama ga?”

“ni kira-kira udah berapa perjalanan?”

“eh bentar dulu ambil nafas”

Haha. Mohon dimaklumi sekali lagi soalnya kebanyakan kita ini adalah pertamax naik gunung. Dan jujur aja, gue salah satu orang yang menanyakan pertanyaan diatas, walau ga sebanyak si Mahardika ‘bokep’ Putra. Eko dan Hanif si raja gunung dengan santai menjawab:

“masih jauh”

“belum, belum, sabar aja”

Plis, gue mengharapkan jawaban penuh harap tau woi. Ya, singkat cerita, pada suatu titik eko bilang,

“tuh udah bentar lagi, nanjak dulu”

Nah denger kata-kata begitu malah jadi semangat lagi, gimana ngga, udah ga sabar lah bray ngerasain gimana rasanya dipuncak, dimana ga ada tempat lebih tinggi lagi disekitar lo selain diri lo. Kami terus naik dan naik daannn….

“WUUUUUUUUHUUU!!!”, teriak Dika melepas kebahagiaan mencapai puncak.

“ANJIIRRR KEREN BANGETT”, itu versinya Bryan

“huuffff…….”, nah ni ekspresi Eko dan Hanif yang supercool.

“SUBHANALLAH”, dan ini.. emm.. gue. Serius bray. Haha.

Dan berbagai macam ekspresi lainnya.

Kami sampai kira-kira pukul 11 malam. Berbagai aktivitas dilakukan di atas sana. Ada yang berbaring menatapi langit penuh bintang dengan bulan sempurna. Ada yang nyanyi-nyanyi senandung jomblo. Ada yang menikmati lampu-lampu dibawah sana. Ada yang Facebook-an (eh serius masih ada sinyal ternyata). Gue bagian maen gitar. Bersama Ayay melantunkan tembang-tembang Dewa dari jaman dulu ampe yang terkini. Ehm, tak lupa gue membawakan lagu sendiri dong.

Kita nginep di puncak. Dengan tanpa tempat teduh, hanya bermodalkan jaket, selimut, dan matras kami tidur dengan sangat tidak lelap. Benar-benar dingin.

Pertamax nih gue ke puncak gunung. Nice lah. Semoga lain kali kalo ada kesempatan dan kesehatan bisa naik lagi (Alhamdulillah saat gue nulis tulisan ini gue lagi bereuforia karena berhasil ke puncak gunung Burangrang pas taun baru)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.