Sebuah lirik yang terinspirasi dari angkatan saya sewaktu SMA (MAN tepatnya) di MAN Insan Cendekia, yaitu Ascova: Ascarea Costadinova.
Selasa, 13 Oktober 2009
Malam itu, setelah 1 tahun lebih meninggalkan kampus prestasi dan religi, saat-saat kami disibukkan oleh aktivitas masing-masing, perjuangan masing-masing, saya dan salah satu teman saya (sebut saja Aghna), sedang membicarakan proyek alumni IC . Untuk saya pribadi, entah kenapa ketika saya membicarakan suatu hal tentang IC, ingin rasanya kembali ke masa-masa itu. Saya dan Aghna merancang apa-apa yang diperlukan untuk proyek ini.
Selang beberapa menit, obrolan menuju kepada “MSG Night” kemarin lusa, yang mana Ascova di Bandung berkumpul-kumpul setelah lamanya ikatan seperti dulu (ketika SMA) tidak terjadi. Dan sama, seperti belakangan, saya tidak dapat ikut acara itu, yang saya tahu, isinya akan berupa canda tawa tanpa batas. Kadang nostalgia. Kadang juga terlewat batas (walau memang tanpa batas, haha). Mendengar cerita dari Aghna, saya hanya bisa membayangkan. Membayangkan kehangatannya. Kebrutalannya. Membayangkan Aad ketika apa saja bisa keluar dari mulutnya. Hadiid, Febrian, Odit yang selalu mendapat peran tertindas. Tito yang belakangan jadi bijak. Adam yang candanya kadang-kadang ketularan Aad. Danny yang aneh. Iid, Bagir, yang alirannya spontan dan tepat sasaran. Dan banyak lagi manusia-manusia khas lainnya di Ascova. Dan biasanya ketika tidak ada gender wanita saat Ascova menggila, para cecowo akan semakin cacat akan kegilaan dan ciri khas masing-masingnya. wow. Apa saja bisa terjadi.
Dan sekali lagi, saya hanya bisa membayangkan.
YM saya set busy mode on.
Saya ambil gitar.
Saya buka notepad, VLC, winamp.
Amplifier micro cube saya set seadaya.
Sebuah nasehat dari saya ketika anda berobsesi dalam membuat lagu: “ketika inspirasi datang, saat itu juga, dekap erat dan jangan lepaskan, bahkan ketika anda di WC. Karena dia takkan datang untuk kedua kalinya”
Dengan alat rekam seadanya(hanya untuk menjadikan inspirasi itu sebuah raw material), terciptalah sebuah lagu, atau mungkin lebih tepat saya katakan: sebuah cerita.
‘Satu Ascova’
tlah lama, kita satukan irama hidup kita
sebuah cerita indah dan nyata
menahun, kita jalani untaian lembar
kisah tak tergantikan
hidup dengan angan dan cita bersama
dengan dunia dalam genggaman kita
bersama kita,
terbang dan lepaskan panah impian
satukan asa,
mewujudkan cita kita
terukir, untaian kata penuh makna
mengandung arti satu,
harapan, satu impian, satu asa
dalam hati kita
hidup dengan angan dan cita bersama
dengan dunia dalam genggaman kita
-Bandung, 13 Oktober 2009, di kamar, dengan gitar tercinta, meja dan laptop di depan, dengan windows Yahoo Messenger ber-id agnhachedoya, notepad, VLC, dan Winamp
Kalau ada kesempatan mengasah rekaman-rekamannya menjadi layak dengar, pasti saya upload ke teman-teman Ascova.

One wish one spirit one Ascova!
Like this:
Be the first to like this post.
mana nih lagunya bar?haha
haha bahkan udah lupa to, tapi liriknya masih ada. gampang lah